안녕

A merchant who was traveling around.

Name: Cho Hana
Gender: Female
Date of Birth: 10 November
Age: 25 years old
Height: 160 cm
Weight: 55 kg
Nationality: South Korea
Occupation: Merchant (assassin)
Race: Human

Hana memiliki kepribadian yang rumit, terkadang patuh terkadang juga membelot. Ia dapat memanipulasi lawan jenisnya agar terpikat padanya, ia menggunakan kata-kata bukan tubuhnya. Tentu saja ia masih bisa bersikap ramah, saat sedang berdagang. Ia memiliki sisi perfeksionis, semuanya harus sempurna dan rapih. Tapi jika ada yang tidak sesuai, ia akan melakukan improvisasi.

001Hwa A-Yeong lahir dikeluarga yang bergelut di bidang politik, ayahnya salah satu dari pejabat mentri di Korea Selatan. A-Yeong memiliki satu kakak perempuan yang berumur 17 tahun, sedang mempersiapkan kelulusan masa SMA-nya. Kedua orang tuanya pun masih utuh, A-Yeong masih berada di sekolah dasar. Keluarganya terlihat sempurna dan harmonis.Saat A-Yeong berumur 8 tahun, kisah tragis terjadi di keluarganya. Salah satu lawan politik ayahnya mengirimkan sekelompok penjahat malam itu, A-Yeong serta ayahnya disekap di dalam kamar. Membungkam mulut dan tangannya, sementara A-Yeong bersama ayahnya melihat ibu serta kakak A-yeong di perkosa oleh segerombolan lelaki. Nahas saat ayahnya bisa melepaskan diri dan bertindak untuk menyelamatkan mereka, ayahnya di cekik hingga nyawanya melayang. A-Yeong menjerit menangis, A-Yeong yang masih muda harus melihat kejadian mengerikan itu. Memejamkan matanya karena tak sanggup melihat ibu dan kakaknya digunakan kelompok penjahat itu secara bergantian, menjelang subuh mereka sudah puas melampiaskan nafsunya dan hanya perlu menuntaskan pekerjaan. Mereka membunuh ibu dan kakaknya dengan cara mencekik mereka. Hingga tersisa A-Yeong, mereka menjualnya pada seorang pedofil.Sosok A-Yeong yang manis, dan ceria pun hilang saat itu juga. Dalam benaknya hanya muncul untuk bertahan hidup. Kedua tangannya sudah tak terikat, namun ia sudah berada di tempat asing. Kamar remang-remang, penuh dengan boneka lucu tetapi suasananya menyeramkan. Tidak ada yang menolongnya, karena keluarganya sudah tidak ada. Ia menemukan sebuah cutter diruangan itu. Ketika dirinya hampir terancam oleh seorang pria tua, A-Yeong tanpa ragu menusuk leher pria itu dengan cutter.A-Yeong berhasil melarikan diri dari tempat itu, beberapa kali hampir tertangkap namun ia berhasil kabur dengan cara membunuh orang itu. Ketika berada diluar, A-Yeong hendak mencari bantuan pada rekan ayahnya. A-Yeong ingat beberapa wajah yang pernah bersama ayahnya. Namun usaha A-Yeong berhenti saat mengetahui berita yang tersebar mengenai kejadian keluarganya, ayahnya dituduh sebagai pelaku kejahatan. Memperkosa anaknya sendiri dan berakhir bunuh diri, anak bungsunya dikabarkan merupakan korban pemerkosaan ayahnya juga dan dibunuh namun jasadnya disembunyikan. A-Yeong saat itu tidak mengerti, dan tetap mencari rekan ayahnya.Namun usaha A-Yeong terhenti saat rekan ayahnya bersama salah satu penjahat yang berada dirumahnya, A-Yeong lari dan bersembunyi.002Disaat A-Yeong kesulitan bertahan hidup di jalanan, ia bertemu dengan seorang wanita yang mengenali wajahnya. Wanita menawarkan tempat tinggal padanya dan akan aman, saat itu A-Yeong sedang kelaparan dan pada akhirnya memutuskan untuk mengikuti wanita. Diluar dugaan wanita itu memiliki apartemen mewah, A-Yeong dapat makan dengan enak. Dalam waktu singkat A-Yeong diberi tahu mengenai identitas wanita yang dikenal dengan Goo, tapi A-Yeong tidak memperkenalkan dirinya karena terlalu takut. Goo tidak memaksa, maka dari itu Goo membuatkan nama baru untuk A-Yeong yaitu Cho Hana. Nama A-Yeong berganti menjadi Hana, Cho Hana.Hana tidak bisa kembali lagi ke sekolah karena berita sudah tersebar, ada alasan dibalik tindakan Goo yang memungut Hana.Goo adalah assassin berkelas, ia dibayar untuk mencari A-Yeong dan membunuhnya. Tentunya Goo berbohong pada client yang menyewa jasanya, tidak ada yang mempertanyakan kinerjanya karena ia selalu menghilangkan korbannya tanpa jejak. Makanya Goo melarang keras agar Hana tidak keluar dari apartemennya. Goo tidak bisa membunuh anak kecil.Saat Hana berumur 12 tahun, Hana mempertanyakan lebih jelas mengenai pekerjaan Goo. Hana ingin mengikuti jejak Goo, tapi untuk balas dendam. Hidupnya tidak tenang karena ingatan malam itu selalu menghantuinya, dan Hana ingin mengakhirinya. Goo sadar dengan niat Hana untuk membalas dendam, tapi Goo tetap mengajarkan Hana; untuk menjadi pembunuh. Latihan yang berat mulai dijalankan, tidak hanya sekedar fisik saja tapi ilmu pengetahuanpun tetap diajarkan oleh Goo. Sama seperti home schooling.Goo sadar kedekatannya dengan Hana merupakan hal yang berbahaya, makanya Goo sebisa mungkin bersikap dingin pada Hana. Bertahun-tahun Hana berlatih, hingga Hana beranjak remaja. Hana sudah menguasai senjata jarak jauh dan sangat handal dengan sniper juga pisau lempar. Hana berpikir sudah siap untuk membalas dendam dengan membunuh orang-orang yang terlibat dalam pembunuhan keluarganya.Goo tidak mencegat Hana, membiarkan remaja itu membalas dendam. Hasil didikan Goo sangat bagus, Hana bisa menembak jarak jauh dalam belasan meter dengan tepat. Target pertama Hana adalah musuh ayahnya, berlanjut pada sekelompok geng yang membunuh keluarganya dan menjual Hana. Satu hal yang Hana tidak tahu adalah musuh ayahnya tidaklah hanya satu, banyak pejabat politik yang bersengkokol untuk menghabisi ayah Hana.Ulah Hana mengundang para politisi kotor itu untuk mencarinya, keuntungannya tidak ada yang mengenali Hana sebagai A-Yeong. Para pejabat itu menyewa beberapa assassin untuk mencari Hana, termasuk Goo.Goo menghadapi dilema yang besar, karena sudah terjadi ikatan dengan Hana. Baginya adalah hal yang tabu memiliki sebuah hubungan spesial, dan Goo baru menyadari jika menyayangi Hana seperti anak sendiri. Sekali lagi Goo harus memilih, dan pilihannya tetap sama; menyelamatkan Hana. Namun rencana Goo terancam karena bertemu dengan Hana bersama dengan assassin lainnya.Mereka semua memiliki kemampuan yang setara dengan Goo, melawan mereka semua seorang diri tidak akan sanggup. Goo menggunakan kesempatan terakhirnya untuk menyelamatkan Hana, gedung dimana Hana bersembunyi sudah ia pasangi peledak dimana-mana. Saat Goo mendorong Hana keluar dari gedung, secara bersamaan ia pun menekan tombol peledaknya. Hana terlempar terkena angin ledakan. Goo bersama assassin lainnya meledak didalam gedung, tidak ada yang selamat dari ledakan sebesar itu.